Senin, 20 Oktober 2008

Manusia IPA?

Manusia diciptakan sama hanya yang membedakan adanya keinginan usaha atas apa yang menjadi kehendaknya. Manusia IPA? apa itu sebutan bagi orang-orang yang duduk di program IPA dan belajar disana. Sebenarnya tidaklah sehebat itu hingga mendapat julukan tertentu, namun apa boleh dibuat orang-orang ini telah dituntut kerja keras dan keringat nya hanya untuk sebuah julukan.

Tak banyak orang yang mengeluh dituntut untuk begini dan begitu. Hanya dapat mematung karena dijejalkan berbagai macam kondisi dan keadaan. Seharusnya si penuntut berpikir keadaan mental jiwa dan juga perasaan dari yang dituntut.

Tidakkah berlebihan bila para "manusia IPA" ini menuntut juga hak khusus untuk diperlakukan dibalik tanggung jawab berlebihan yang mereka pikul?

Seharusnya program IPA hanya mempelajari tentang spesifikasi dari percabangan ilmu IPA saja sehingga tidak ada tuntutan yang begitu besar dan membebani mereka yang berada di program IPA ini.

Sungguh disayangkan adakah dari sipenuntut yang mendengarkan jeritan-jeritan kecil dari makhluk-makhluk yang tidak berdaya ini, adakah?

Yah memang masih ada yang mendengar walaupun tidak bertindak. Apa boleh di buat. Memang kita harus semakin dewasa dan bertanggung jawab atas semua hal termasuk tanggung jawab yang diberikan kepada kita. Dengan bekerja maksmal dan semangat juang serta dibantu dengan doa semoga, kita semua dapat berjuang menghadapi kehidupan ini.

Semangat Manusia-Manusia IPA !!!!

Sabtu, 18 Oktober 2008

Fake Human

Apa Pendapat Saya?

Manusia merupakan makhluk sosial yang tumbuh dan berkembang sesuai kemampuan berpikir dan juga perkembangan masa setidak nya itu menurut saya pribadi. Di dunia ini saya masih penasaran apakah ada manusia yang menurut saya bisa mendapakan julukan sebagai "manusia palsu." Menurut saya pribadi keberadaan manusia palsu ini bisa berakibat menular atau menjangkiti manusia lain yang lemah jiwanya.

Sebenarnya saya sendiri menganggap arti dari manusia palsu itu sendiri adalah manusia yang mengikuti pola pemikiran yang monoton dan seperti boneka yang bergerak hanya berdasarkan kepentingan raga diri sendiri. Sebenarnya manusia memiliki sesuatu yang membuatnya lebih hidup dan bernyawa. Hal seperti jiwalah yang membuat kita sebagai manusia hidup dan bernyawa.

Apakah manusia palsu memiliki jiwa? Tentu saja ya, tetapi apa bedanya? Semangat dan rasa sosial serta keinginan untuk hidup berdampingan. Berkorban dan tolong menolong merupakan hal yang dimiliki manusia tapi manusia palsu ia hanya mencari keberadaan yang tidak jelas jiwanya setengah-setengah bagai telur di ujungtanduk.

Fondasi yang membedakan antara manusia dan manusia palsu. Fondasi manusia dengan jiwa, semangat berkobar-kobar dan daya saing yang sehat serta dipadu dengan insting membuat manusia memiliki fondasi mental yang kuat. Seandainya seorang manusia jatuh dalam kegagalan setidaknya ia akan berpikir "Saya telah memaksimalkan hidup saya, tetapi itu semua masih kurang. Saya mengerjakan semua dengan kemampuan saya yang paling tinggi. Apa salahnya jika saya masih bisa gagal karena orang lain lebih maksimal dari saya. Saya akan mengejar kembali, menata, menegakkan lagi kesempatan dalam diri saya lebih dari yang saya lakukan selama ini.

Lain hal nya jika saya berpikir sebagai seorang manusia palsu. Tentunya saya akan berpikir "Saya menjalani hidup ini cukup baik, walaupun saya tidak disukai orang karena curang, yang penting saya telah menunjukkan saya masih bisa hidup dengan keadaan yang stabil. Saya akan terus mengikuti orang yang hidupnya lebih baik sehingga saya akan bisa menjadi satu langkah dibelakangnya, saya tidak mungkin gagal karena saya berada di jalur orang benar."

Pemikiran manusia palsu yang cenderung ikut saja daripada bergerak melampaui yang membuat tumpulnya semangat, keberanian dan sifat patriotisme yang tinggi. Lahirnya kegusaran-kegusaran akan apabila orang yang diikutinya gagal dia juga akan gagal, ketika gagal dia tak akan tau harus berbuat apa? Karena dibelakangnya diikuti orang yang juga hanya menigkuti ia tak akan terbiasa menjadi seorang yang memimpin hidup seseorang. Karena ia hanya akan terus mengulang masa lalu hingga ia kembali ke saat ia jatuh kembali...

Mungkin masih banyak kesalahan yang saya perbuat dalam tulisan singkat ini.

Karena saya masih awam sekali saya mohon maaf atas ketidak pantasan ini

Terimakasih..